Pages

Rabu, 22 Mei 2013

MISTER LONELY ( 2007 ; Harmony Korine ) " Impersonatissimo Orgazmo "




MISTER LONELY ( ML ) adalah film kesekian dari salah satu sutradara yang semenjak keisengan saya "melirik" salah satu filmnya yang berjudul Gummo (1997 ) jadi ketagihan untuk terus mengejar karya dia. Sineas nyentrik ini bernama Harmony Korine.

Synopsis :
Di awal film , MISTER LONELY mengenalkan kita akan sosok 'Michael Jackson' KW ( yang diperankan dengan unik oleh aktor latin Diego Luna ) yang sudah bosan menjalani hidupnya sebagai impersonator ( suatu keahlian menirukan orang lain ) . Di saat ia sedang melakukan suatu task , Ia bertemu dengan sosok 'Marilyn Monroe' KW ( The Lovably talented ; Samantha Morton ) juga yang ingin mengajak dia ke suatu pulau dimana para impersonator berkumpul dan akan mengadakan suatu pertunjukan.


The Impersonators


Review :
Sekilas membaca review di atas menyiratkan film ini adalah film yang berkategori unik dan cukup membuat penasaran untuk menontonnnya. Namun jangan keburu senang dulu , ML adalah suatu jenis film kontemplatif ( bagi yang sudah menonton Gummo pasti mengerti maksud 'kontemplatif' disini ) yang tidak memiliki point dalam penuturannya. Penokohan yang unik adalah sudah menjadi ciri khas sang Sutradara yang gemar dengan kegamblangan dalam 'berbahasa'. Besarnya kadar randomitas serta tidak jarang kita akan menemukan / mendengar kata kata kasar yang insulting keluar dari mulut para tokohnya.

Denan segala 'keunikan' itu , ML bisa -bisanya masih memiliki nilai yang bisa diambil didalamnya. Seperti salah satu quotable line di film ini ; " I don't know if you know what it is like to want to be someone else, to not want to look like you look, to hate your own face and to go completely unnoticed. I have always wanted to be someone else. I have never felt comfortable the way I am. All I want is to be better than myself, to become less ordinary and to find some purpose in this world. It is easier to see things in others, to see things you admire and then try and become that. To own a different face, to dance a different dance, and sing a different song. It is out there waiting for us, inviting us to change. It is time to become who we are not. To change our face and become who we want to be. I think the world is a better place that way. "  yang mengejewantahkan  bahwa ML sedikit banyak adalah suatu kritik terhadap kehidupan sosial, dimana ke-diri sendiri-an sesorang seringkali mendapat penolakan.

Bagi saya , ML ini adalah salah satu karya terbaik -- literally--nya Korine , baik dalam segi maksud maupun film. Anda beminat ? Silahkan dicari dan dicicip kemudian . Regards !

8 / 10

Senin, 13 Mei 2013

BLANCANIEVES ( 2012 ; Pablo Berger )




Snow White and The Seven Dwarfs . Siapa yang tidak kenal dengan salah satu dongeng paling lovable yang pernah ada tersebut. Lewat BLANCANIEVES , Pablo Berger ; seorang sutradara asal Spanyol mencoba merepresentasikan kisah tersebut dengan penyesuaian a la Silent Film namun tetap dalam kodrat Tele Cinema/

Synopsis :
Antonio Villalta ( Daniel Gimenez Cacho ) adalah seorang Matador yang terkenal di masanya. Ia yang beristrikan Carmen ( Macarena Garcia ) seorang penari Tango sedang menantikan kelahiran anak pertamanya. Namun , karena satu dan lain hal yang terjadi di luar dugaan , Anak dari Antonio yang dipanggil Little Carmen ( Sofia Oria ) ini lahir menjadi anak Piatu yang rupanya mewariskan keahlian dari kedua orangtuanya.

Antonio yang sekarang beristrikan Encarna ( Maribel Verdu ) seorang mantan perawat pribadi yang memiliki maksud jahat terhadap keluarga Carmen hidup lumpuh dan tidak diperbolehkan untuk sering berdekatan dengan anaknya. Sampai akhirnya Little Carmen memberontak dan ia pun terasing dari rumah keluarganya sampai ia besar ( diperankan oleh Inma Cuesta ) dan bertemu dengan rombongan orang orang kerdil yang menamakan diri mereka 'Six Bullfighters'



Review :Sebagai sebuah film tribute , BLANCANIEVES adalah salah satu gem apik keluaran negeri Matador ini dalam rentang 2012 lalu. Lewat format film bisu film ini sangat baik dalam memperhatikan aspek detail seperti film scoring dan khususnya lighting. Karena kalau kedua aspek ini gagal dimaskimalkan , maka usaha BLANCANIEVES sebagai film bisu tentu saja akan gagal dan mudah terlupakan.Inma Cuesta  ; Si Cantik Carmen Dewasa yang memainkan stunt sebagai Matador perempuan juga menjadi nilai plus film ini.

Pablo Berger berhasil merepresentasikan kisah Snow White yang terkenal itu menjadi sebuah kisah a la Tele Cinema yang baik secara technical maupun estetikanya. Patut ditunggu kelanjutan filmografi beliau.

Trailer :
4.5 / 5


Kamis, 11 April 2013

THE WOLF CHILDREN : AME & YUKI ( 2012 ; Mamoru Hosoda )


Mamoru Hosoda. mungkin nama beliau masih asing di telinga para pemuda zaman sekarang. Padahal satu karya beliau sempat populer pada awal 200an lalu lewat satu OVA ; Digimon The Movie

Lewat film animasi panjang ketiganya setelah Summer Wars (2009) dan The Girl Who Leapt Through Time ini , Hosoda mencoba menyampaikan lagi esensi 'menjadi manusia' lewat bahasa gambar yang khas dari tangannya.

Sinopsis singkat :
Sebut saja Hana, seorang gadis kuliahan biasa yang mendadak bertemu dengan seorang pemuda tampan dimana kelak iketahui bahwa dia adalah seorang manusia serigala. Namun apa mau dikata, Cinta sudah terlanjur berkembang di antar Hana dan pemuda tersebut. Lewat pertemuan mereka, lahirlah dua anak hybrid berjenis lelaki dan perempuan yang bernama Ame dan Yuki.
Ame adalah anak laki laki yang cenderung introvert namun sebenarnya ia menyimpan banyak pertanyaan di benaknya.Serta Yuki malah kebalikannya, ia adalah putri yang lincah dan tidak segan bertanya apabila ada sesuatu yang mengganjal di benaknya. Mereka tumbuh bersama sampai suatu kejadian yang menyebabkan ayah mereka meninggal dan Hana harus menghidupi Ame dan Yuki sebagai single parent yang tabah.

Review:
WOLF CHILDREN menurut saya adalah pencapaian terbaik oleh Animasi jepang pada masa post-modern ini. Lewat Artworknya yang khas, Hosoda tidak setangah hati dalam menyampaikan isi hati dari film ini yang bagi saya berhasil tersampaikan dengan baik hampir tanpa ada cacat sedikitpun. Karakter yang berkembang dengan manusiawi, Pencapaian Emosi yang sanggup meluluhkan hati serta dengan boosting yang sempurna dari scoring film yang menggetarkan kalbu dari Takagi Masakatsu

Sangat Recommended, nggak kalah deh sama Ghibli's ! :)

Rate : 9.5 

Trailer:

Jumat, 01 Maret 2013

JAMES DEAN ( 2001 ; Mark Rydell )




JAMES DEAN. sepertinya judulnya sudah menjelaskan banyak akan isi film ini. Ya, film ini adalah semi-biopik dari kehidupan salah satu aktor bertalenta yang pernah dimiliki Hollywood ; James Dean , yang disini diperankan dengan cukup baik oleh salah satu aktor multi talenta Hollywood yakni James Franco.

JAMES DEAN mengambil kisah hidup sang Aktor dari awal dia dikenalkan oleh sutradara Elia Kazan ( Enrico Colantoni ) sampi masa akhir hayatnya yang tragis itu. James Dean disini digambarkan sebagai sosok 'little bastard' yang memang pemberontak , susah diatur , hidup seenaknya namun sebenarnya ia memiliki sisi lembut di hatinya . Ia memiliki banyak perilaku negatif tersebut pun sebenarnya ada alasannya yang ironisnya , mirip dengan salah tokoh populer yang ia perankan di Rebel Without a Cause ; Jim Stark.

Yang agak disayangkan disini adalah , lemahnya script yang ada sehingga tidak cukup kuat untuk menopang one-man performance dari seorang James Franco yang sudah ber-mimik & meniru gestur James Dean dengan upayanya yang paling maksimal. Kita mungkin bisa memprotes ketidakmiripan beliau dengan Almarhum , namun kita mungkin tidak akan menyangkal bahwa permainan yang disuguhkan oleh James Franco disini adalah permainannya yang paling thankful dan apresiatif , Cukup untuk mengingatkan kita akan bakat yang dimiliki oleh Franco.

tapi , bukan berarti JAMES DEAN tidak punya kelebihan. Scoring yang digubah oleh John Frizzell cukup membuat saya untuk betah mengikuti film ini sampai selesai.

Salah satu biopik yang baik, hanya kurang mendapat apresiasi yang cukup saja. Keep it up, James !

7 / 10